Selasa, 13 Agustus 2024

PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI PENEREPAN SISTEM MANAJEMEN DASAR DAN REALISASI SIFAT RASUL DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN

PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI PENEREPAN SISTEM MANAJEMEN DASAR DAN REALISASI SIFAT RASUL DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN
Dilansir dari aclc.kpk.go.id Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio memiliki arti beragam yakni tindakan merusak atau menghancurkan. Corruptio juga diartikan kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah. 
Sedangkan Robert Klitgaard mengatakan korupsi bisa didefinisikan sebagai penyalahgunaan jabatan untuk keuntungan pribadi. Jabatan tersebut bisa merupakan jabatan publik, atau posisi apapun di kekuasaan, termasuk di sektor swasta, organisasi nirlaba, bahkan dosen di kampus. Korupsi menurut Klitgaard berbentuk penyuapan, pemerasan, dan semua jenis penipuan. 
Jika ditinjau dari berbagai pengertian diatas, maka korupsi adalah bentuk kejahatan yang dapat merugikan orang lain dan bisa berujung pada tindak pindana. Lebih jauh dilihat dari kacamata agama, budaya dan sosial kemasyarakatan, tidak ada sedikitpun alibi pembenaran dari prilaku korupsi. Meskipun akhir-akhir ini tercipta anekdot "budaya korupsi", imbas dari korupsi yang terkesan membudaya atau dilestarikan dari mulai tingkatan atas sampai paling bawah. Ini merupakan sebuah ironi, sebab kedua suku kata tersebut memiliki dimensi yang kontradiksi. Budaya, yang selama ini terkoneksi dengan makna positif, harus disandingkan dengan "korupsi" yang memuat makna negatif.
Dengan pemahaman ini, maka sudah sewajarnya korupsi menjadi musuh bersama yang harus diberangus sampai ke akar-akarnya. Salah satunya melalui upaya pencegahan dengan konsep trisula KPK : penindakan, pencegahan, pendidikan. Semboyan "lebih baik mencegah daripada mengobati", menjadi instrumen dasar dalam penerapan awal pencegahan, karena tahap pencegahan adalah tahapan sebelum subyek atau pelaku melakukan tindak pindana korupsi. Sedangkan mengobati adalah upaya penindakan sebab subyek atau pelaku sudah melakukan korupsi. Korupsi adalah virus yang embrionya dapat menyebar sangat masif, oleh karena itu maka pencegahan itu tidak hanya menjadi wewenang KPK dan lembaga lainnya melainkan tugas dan kewajiban individu dan kelompok secara kolektif sebagai warga negara Indonesia.
Salah satu pencegahan yang terkadang luput atau kurang diaktualisasikan oleh kebanyakan orang adalah penerapan manajemen dasar. Manajemen menurut Prof. Ole merupakan ilmu serta seni untuk mengkoordinasikan tenaga manusia juga mengawasinya menggunakan alat-alat. Semua ini dilakukan demi meraih tujuan akhir yang sudah ditetapkan. Didalam manajemen itu terdapat beberapa konsep, namun yang lebih familiar  ditelinga adalah konsep POAC (Planning,Orgainizing,Aktuating,Controlling). Konsep POAC ini apabila diterapkan dengan benar maka akan menjadi metode ampuh dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Planning/perencanaan, adalah proses dasar dalam manajemen yang melibatkan penetapan tujuan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya. Perencanaan dapat membantu untuk meminimalkan resiko, mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan efisiensi oprasional. Jadi, dengan perencanaan yang matang dari sisi program kerja, penempatan posisi dan pos penganggaran biaya maka kemudian dapat merekontruksi pencapaian yang efektif dan efisien. Proses Perencanaan yang baik, akan melibatkan semua elemen dari atas sampai bawah sebagai instrumen pengambilan keputusan dengan menelaah masukan dan saran yang akan menjadi pertimbangan kedepannya. Terlebih keterlibatan pakar dan praktisi dibidang yang sesuiai dengan yang dibutuhkan, akan menambah khasanah ilmu dan pengalaman sebagai dasar melakukan perencanaan.
Oragainizing/Pengorganisasian, adalah proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya, lingkungan yang melingkupinya. Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang melibatkan penataan sumber daya dan aktivitas untuk melaksanakan rencana yang telah ditetapkan. Setelah perencenaan sudah ditetapkan, dimana akan memuat pos-pos sumber daya dan tupoksi tugas didalamnya. Pengorganisasian menjadi vital peranananya sebab tak jarang penyelewangan khususnya tindak korupsi terjadi pada bagian ini. Akan percuma jadinya jika rencana yang mutakhir tapi dilakukan dengan pengorganisasian yang tidak kredibel. The RIght Man In The Right Place penempatan sumber daya/manusia yang sesuai pada posisi dan peran  berbasis kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya. Barometer keberhasilan pengorganisasian dengan menempatkan orang yang tepat ditempat yang tepat, akan berdampak signifikan terhadap pencegahan korupsi. Sebab akan lahirnya sosok yang berintegritas yang bersandar pada nilai, dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi yang selaras dengan tujuan. Sementara yang terjadi sekarang penempatan posisi, utamanya posisi strategis yang bersentuhan langsung dengan kebijakan, diisi oleh orang yang tidak kompeten yang didasarkan pada koneksi dan relasi (orang dalam).
Actuating/pelaksanaan adalah fungsi manajemen yang melibatkan tindakan-tindakan yang diambil oleh pimpinan untuk mendorong karyawan/bawahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. Pelaksanaan adalah langkah penting yang membawa organisasi menuju pencapaian tujuan. Rencana akan tetap menjadi rencana tanpa pelaksanaan, organisasi akan pasif selama tidak ada gerakan pelaksanaan. Oleh karena itu, pelaksanaan menjadi ruh dalam tahap manajemen. Seberapa efektif dan efisien organisasi mencapai tujuan dipengaruhi oleh pelaksanaan yang tepat dan baik. Terutama dalam upaya pencegahan korupsi, jika dalam pelaksanaannya dilakukan dengan cara yang salah terlebih dengan melalukan penyelewangan maka dapat dipastikan akan jauh dari tujuan pemberantasan korupsi. Pelaksanaan yang maksimal dan optimal lagi-lagi harus ditopang pada integritas yang berorientasi pada kesadaran akan nilai. Sehingga apabila dalam prosesnya organisasi sudah keluar koridor atau jauh dari tujuan, maka Pelaksanaan merekontruksi kembali dalam bentuk evaluasi dengan tindakan. Dan yang tak kalah penting, actuating/pelaksanaan harus memiliki kepekaan analisa yang mumpuni, sehingga mampu memberikan rambu-rambu pencegahan sejak dini yang berkaitan dengan pidana korupsi.
Controlling/pengawasan, adalah proses pemantauan yang dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan diselesaikan sesuai dengan rencana untuk mengoreksi yang signifikan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kegiatan diselesaikan dengan cara mengarahkan pada pencapaian tujuan organisasi. Pengawasan merupakan bentuk evaluasi sejauh mana tujuan telah dicapai. Tak jarang disertai penilaian untuk reward perencanaan,pengorganisasian,pelaksanaan. Pengawasan adalah tahap akhir sistem manajemen sekaligus penentu apakah tujuan manajemen berhasil tercapai atau malah kegagalan yang diraih. Tahapan pengawasan ritual yang ditakuti oleh kebanyakan orang, utamanya koruptor. Sebab ketakutan prilaku korupsi adalah diketahui oleh orang lain, disini fungsi pengawasan memainkan perannya. KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi harus menitikberatkan fungsi pengawasan. Transparansi yang komperensif terutama dalam sektor anggaran yang menjadi titik rawan penyelewengan akar korupsi harus diawasi sungguh-sungguh. Pemutus mata rantai korupsi dapat berjalan apabila : POAC (planning,orgainizing,actuating,controlling) diterapkan dengan benar dan berkesinambungan.
Tak kalah penting, pencegahan korupsi sebenarnya harus dimulai dari diri sendiri. Meningkatkan kualitas individu dengan integritas dan kesadaran akan pentingnya pencegahaan korupsi diawali dari percontohan diri, yang nantinya bisa menularkan kepada orang lain lebih khusus kepada lingkungan terdekat. Pembahasan diawal mempertegas bahwa korupsi termasuk kata sifat yang apabila dilakukan menjadi kata kerja. Sudah sepatutnya membentengi diri dengan sifat-sifat yang terpuji untuk melawannya. Ditekankan pula aktualisasi sifat-sifat yang kemudian diemplementasikan oleh para rasul terdahulu dapat diterpkan oleh pemegang kewenangan pemberantasan korupsi seperti KPK, Kejaksaan dan lain sebagainya.
Selain penerapan manajemen dasar yang disinggung sebelumnya, sebagai modal utama pencegahan korupsi secara kolektif kolegial. Maka sebagai bangunan dasar yang memperkokoh bangungan itegritas diri terlebih pimpinan setiap organisasi, diperlukan penanaman sifat-sifat rasul yaitu : Sidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah. 
Sidiq/jujur : pemimpin apalagi pimpinan tertinggi sekelas KPK, wajib hukumnya memiliki sifat jujur. Karena korupsi diawali oleh ketidakjujuran, pertama tidak jujur kepada orang lain, lambat laun tidak jujur kepada diri sendiri untuk menutupi prilaku menyimpangnya. Penting sifat jujur ini dimiliki oleh pemimpin, agar kemudian menjadi teladan bagi yang dipimpinnya. Kejujuran akan bersinergi dengan integritas, kejujuran pula akan melahirkan sistem yang sehat.
Amanah/dapat dipercaya : kunci kepempinan itu kepercayaan. Apalagi ditengah iklim demokrasi, dimana pemimpin dipilih secara langsung. Maka orang yang amanah memiliki nilai lebih dan berpotensi lebih diunggulkan. Sebab tanggung jawab dan tugas yang nantinya diemban akan mudah diorbitkan menjadi sebuah capian apabila diserahkan kepada orang yang dapat dipercaya. the right man in the right place.
Tabligh/menyampaikan : pemimpin harus memiliki skil komunikasi yang baik dalam menyampaikan suatu rencana dan pelaksaan organisasi. Supaya pencapaian yang maksimal dan optimal dapat teretribusi dengan baik. Tak jarang cela lahirnya bibit korupsi tercipta dari penyampian informasi yang tidak tersalurkan dengan akurat/misscomunication. Kemudian sebab lemahnya Pemimpin dan bawahan yang Tabligh menjadi cikal bakal suburnya informasi HOAX.
Fathonah/cerdas : Tak kalah pentingnya, pemimpin juga harus memiliki kecerdasan dan wawasan yang luas. Kecerdasan akan berimpilikasi pada kewibawaan, sehingga reputasi sebagai pemimpin dinilai oleh yang dipimpinnya memecahkan permasalahan/problem solving. Kemudian dengan pemimpin yang cerdas akan menciptakan standar yang tinggi dan taraf kualitas yang tinggi pula. Korelasinya jalur-jalur penyimpangan semacam korupsi dapat disumbat rapat oleh karena kecerrdasan seorang pemimpin yang mampu membaca dan mempetakan diagram analsis swot.
Pada akhirnya, korupsi sebagai momok yang menakutkan bisa dicegah secara kolektif  dengan penerapan manajemen perencanaan  yang melibatkan semua pihak terkait, pengorganisasian dengan penempatan SDM yang tepat pada lingkungan dan tupoksi tugas yang tepat berbasis kompetensi, pelaksanaan yang berorientasi pada efektitas pekerjaan(kualitasd) dan efisiensi waktu (kuantitas), pengawasan yang berbasis transparansi akuntabilitas sebagai evaluasi berometer pencapaian pada tujuan. Korupsi sebagai sifat yang menyimpang juga dapat dicegah secara individu dari diri sendiri oleh realisasi sifat : penanaman kejujuran pada diri sendiri, meningkatkan integritas diri dengan menjadi individu yang dapat dipercaya, meretribusi dengan komunikasi yang baik,mampu menerima saran dan kritikan sebagai agenda perbaikan, serta menjadi sosok yang cerdas dan berwibawa sehingga menjadi suri tauladan untuk orang lain, dijadikan contoh untuk pencegahan korupsi dengan menutup kran masuknya virus korupsi yang "membudaya".

Sabtu, 11 Juni 2022

Awal Yang Baru

awal yang baru
aku ingin awal yang baru
seperti metamorfosa manusia 
dari bayi, remaja, dewasa lalu tua

awal yang baru 
aku ingin awal yang baru
bukan angka satu pada penghitung waktu
sebab tatkala jarum jam kembali berputar
ia akan berporos dan melewati lagi angka satu

awal yang baru 
aku ingin awal yang baru
tidak hanya seperti kertas putih sidu
ketika penuh akan coretan tinta hitam
maka tergantikan dengan kertas baru yang utuh

awal yang baru
aku ingin awal yang baru
bukan garis start pada arena moto GP
ketika akhir menjadi tujuan
maka garis start itu yang menjadi penentuan

awal yang baru 
aku ingin awal yang baru
awal yang benar-benar baru
bukan kamuflase dari yang dulu menjadi baru.


Jumat, 22 Januari 2021

Kebutuhan Manusia

Umumnya, kebutuhan manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Dari ketiga kebutuhan tersebut, memiliki kesinambungan berkelanjutan, yang mana diawali dengan pemenuhan primer, setelah itu beranjak kepada kemampuan kebutuhan sekunder lalu selanjutnya tingkat pemenuhan tersier. 
Berkaitan dengan kebutuhan - kebutuhan itu , kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok manusia yang wajib dipenuhi terlebih dahulu. Ada sandang yang berupa pakaian dan aksesoris yang menempel pada tubuh lainnya. Ada pangan yang berupa makanan dan minuman yang berorientasi 4 sehat 5 sempurna.
Den terakhir ada papan yang berupa rumah tempat berlindung dari panas dan hujan, tempat ternyaman untuk berinteraksi dengan keluarga. Dan ruang terbaik untuk menghilangkan segala hiruk pikuk aktivitas keseharian. 
Tak jarang , kebutuhan akan sebuah rumah ini menjadi kebutuhan yang terlebih dahulu di penuhi. Sebab identitas seseorang akan mudah dikenali dan temui dengan adanya pengenalan rumah. Apalagi untuk berkenalan dengan orang asing. Bukan pada style pakaian yang dikenakan, bukan pada makanan  kesaharian yang menjadi santapan, yang menjadikan seseorang tidak dilupakan dalam suatu hubungan keseharian. Melainkan rumah tempat tinggal yang menandakan seseorang bisa melanjutkan kehidupan sosialnya. Pendidikan dan pekerjaan pun butuh penyematan tempat tinggal . Apapun kegiatannya harus ada identitas bangunan yang menandakan tempat keberadaan. Jadi secara nyata kebutuhan primer berupa papan mutlak menjadi kebutuhan yang harus didahulukan terlebih dahulu.
Dan sekarang, jika kalian mengalami kendala dengan kebutuhan primer berupa papan atau rumah dan tanah. 
Jangan khawatir, terutama yang berkeingan memiliki rumah di area malang raya, kota malang, kab malang dan kota batu. Kami siap membantu kendala kalian semua. 
Jangan takut regulasi hukum, jangan takut sertifikasi yang berbelit belit, jangan takut pengeluaran membengkak Karna kami siap melayani kalian, dengan berbagai tawaran fitur kemudahan lainnya. 
Segara raih rumah impian anda dengan menghubungi kami di :
WhatsApp, Telegram : 082340840353
Facebook : Didi Junaidi ke junned.

Senin, 17 Oktober 2016

''JANGAN KAU PAKSA AKU"

jangan kau paksa aku untuk berjalan

jika kau patahkan ke 2 tangan dan kakiku

jangan kau paksa aku untuk makan

jika kau beri aku racun di piring makanan

jangan kau paksa aku untuk belajar

jika kau tak pernah memberiku waktu untuk mencari ilmu

jangan kau paksa aku untuk sekolah

jika kau hancurkan gedung dan semua fasilitas yg ada

jangan kau paksa aku untuk beribadah 

jika kau slalu anggap aku syirik dan kafir

jangan kau paksa aku untuk bangkit

jika kau robohkan semangat dan keinginanku

jangan kau paksa aku untuk menjadi seperti yang kau mau

jika keinginanmu hanya membuatku jauh dari tuhanku

jangan kau paksa aku untuk terus hidup

jika kematian kini telah berani menyapaku


BY" DIDI KHAYALAN TANPA BAYANGAN
PRO-KONTRA PEMBANGUNAN MALL DINOYO CITY DI UNISMA

Layaknya hidup yang menghidupi kehidupan, tak jarang kita akan di hadapkan atau disuguhkan pada sisi yang tak berkesinambungan. Polemik problema paradigma {pro-kontra} iya atau tidak, sepakat dan tidak sepakat, berpihak jua tidak berpihak, pecinta serta pembenci. Yang pada endingnya telah menjadi rumus alamiah alam semesta.
Berbicara mengenai MALL DINOYO CITY yang saat ini bertahta megah dan gagah tepat bersebelahan dengan sentral pendidikan jenjang perguruan tinggi berbasis islam UNIVERSITAS ISLAM MALANG, jua tak terlepas dari perspektif pro dan kontra dari berbagai kalangan. Lebih lebih dari Unisma sendiri yang dalam hal ini merasa sangat di rugikan.
Sebenarnya polemik dan konflik pembangunan MALL DINOYO CITY sudah mulai mencuat dari napak tilas sejarahnya , bahkan sempat meruncing tajam di kala pihak pasar tradisional {pengguna lahan pada waktu itu} dengan pihak pemerintah setempat yang menginginkan perubahan fisik dari pasar tradisional menjadi MALL swalayan pasar modern. Dan lagi – lagi pada situasi dan kondisi seperti in, keberadaan sang wadah pencetus generasi bangsa yang berilyan dipertaruhkan . Unisma, mau tak mau harus berkecimpung, berperan ikut andil dalam menentukan kebijakan yang benar-benar bijak sebagai pijakan kemaslahatan umat.
Pada kenyataannya, kita melihat dengan terpampang jelas gedung megah MDC (Mall dinoyo city ) maka akan terbingkai asumsi kita betapa UNISMA ( universitas islam malang ) yang ketika itu berbagai elemen kalangannya begitu menggaungkan ketidak setujuannya atas hadirnya pasar modern di tengah tengah pusat pendidikan. Rupanya, entah apa, siapa, kapan, di mana dan bagaimana..? meng iyakan menyepakati hitam diatas putih ,hingga dimunculkannya sejarah baru UNISMA ( Universitas samping mall ).
Menurut sistem tata kelola pembangunan gedung yang di sahkan di indonesia. Tak kan terlaksana suatu fisik pembangunan apabila tak pernah ada kesepakatan meliputi cakupan 4 arah yang berdeketan dengan lokasi. Depan, belakang, kiri, dan kanan. Rasionalnya, UNISMA yang berpijak tepat bersebelahan dengan MDC di sebelah kiri telah mengadakan kesepakatan dengan agenda pembangunan tersebut.iya, kesepekatan yang disepakati oleh mayoritas yang tidak berkenan, berkehendak dan berkinginan. Entahlah,, ! Hanya menerka nerka tanpa ada fakta nyata.
Lihatlah, saat MALL DINOYO CITY resmi di fungsikan sebagai basis pasar modern. Kontribusinya sangat bisa di rasakan lebih lebih oleh pihak unisma. Di telisik dari bentuk fisik , hal tersebut sungguh sangat merugikan baik dari gedung rektorat maupun secara keseluruhan.
MDC pada perjanjian awalnya akan di sediakan cela ruang batas antara unisma sepanjamg 10 meter. Tapi, realitasnya MDC telah menyalahi aturan adri perjanjian awalnya dengan berdempetnya gedung tersebut dengan gedung UNISMA. Bahkan yang lebih ironi, lahan hak milik unisma entah disengaja atau tidak telah tergerus oleh lahan bangunan mall dinoyo city.
Sedangkan di telaah pada kontribusi, peran dan fungsi keberadaan MDC mall dinoyo city di UNISMA universitas islam malang.
MDC merupakan ajang bagi mahasiswa/mahasiswi untuk dijadikan pelarian manakala jam kuliah berlangsung.
MDC menciptakan kesenjangan kesenjangan sosial.
MDC membentuk prilaku mahasiswa/mahasiswi yang kurang peka terhadap lingkungan sekitar.
MDC Menghadirkan budaya nongrong yang notabane nya membuat mahasiswa/mahasiswi sampai lupa waktu.
MDC memunculkan pergeseran pergeseran norma dan nilai kesederhanaan menjadi norma dan nilai kemewahan .
MDC menimbulkan ketimpangan sektor sektor dari nafas unisma sebagai jenjang perguruan tinggi yang berbasik islam yang memfokuskan untuk membentuk karakter bangsa yang mampu menjadi insan yang berguna bagi nusa bangsa dan agama.
Namun, MALL DINOYO CITY juga tak hanya memiliki peran dan fungsi yang negatif,negatif dan negatif.
MDC yang esensitas hakiki nya untuk mempermudah pelayanan di bidang barang dan jasa. Di akui atau tidak telah memberikan berbagai kemudahan dan kelancaran bagi unisma yg dalam kaitannya dengan mahasiswa/mahasiswi..
MDC untuk memperoleh sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
MDC untuk mendapatkan informasi yg universal di lapangan.
MDC untuk menambah relasi dan diplomasi yang meyakinkan.
MDC untuk mencari ketersedian lowongan pekerjaan yang di butukan.
Bahkan, UNISMA Pada kala itu ikut menjadi bagian berpartisipasi dalam berbagai ajang lomba yang di selenggarakan di MDC , seprti halnya bulu tangkis , solawat dan lain sebagainya.
Terlepas dari semua itu,baik MDC maupun UNISMA yang sama sama memiliki visi dan misi yang baik yang menjadi latar belakang berdirinya . Diharapkan dapat bersinergi untuk berkontribusi untuk negeri.
Berkontribusi yg positif baik untuk warga malang khususnya.
Warga negara indonesia pada umumnya.
Dan seluruh umat manusia di dunia keseluruhannya....