Senin, 17 Oktober 2016

''JANGAN KAU PAKSA AKU"

jangan kau paksa aku untuk berjalan

jika kau patahkan ke 2 tangan dan kakiku

jangan kau paksa aku untuk makan

jika kau beri aku racun di piring makanan

jangan kau paksa aku untuk belajar

jika kau tak pernah memberiku waktu untuk mencari ilmu

jangan kau paksa aku untuk sekolah

jika kau hancurkan gedung dan semua fasilitas yg ada

jangan kau paksa aku untuk beribadah 

jika kau slalu anggap aku syirik dan kafir

jangan kau paksa aku untuk bangkit

jika kau robohkan semangat dan keinginanku

jangan kau paksa aku untuk menjadi seperti yang kau mau

jika keinginanmu hanya membuatku jauh dari tuhanku

jangan kau paksa aku untuk terus hidup

jika kematian kini telah berani menyapaku


BY" DIDI KHAYALAN TANPA BAYANGAN
PRO-KONTRA PEMBANGUNAN MALL DINOYO CITY DI UNISMA

Layaknya hidup yang menghidupi kehidupan, tak jarang kita akan di hadapkan atau disuguhkan pada sisi yang tak berkesinambungan. Polemik problema paradigma {pro-kontra} iya atau tidak, sepakat dan tidak sepakat, berpihak jua tidak berpihak, pecinta serta pembenci. Yang pada endingnya telah menjadi rumus alamiah alam semesta.
Berbicara mengenai MALL DINOYO CITY yang saat ini bertahta megah dan gagah tepat bersebelahan dengan sentral pendidikan jenjang perguruan tinggi berbasis islam UNIVERSITAS ISLAM MALANG, jua tak terlepas dari perspektif pro dan kontra dari berbagai kalangan. Lebih lebih dari Unisma sendiri yang dalam hal ini merasa sangat di rugikan.
Sebenarnya polemik dan konflik pembangunan MALL DINOYO CITY sudah mulai mencuat dari napak tilas sejarahnya , bahkan sempat meruncing tajam di kala pihak pasar tradisional {pengguna lahan pada waktu itu} dengan pihak pemerintah setempat yang menginginkan perubahan fisik dari pasar tradisional menjadi MALL swalayan pasar modern. Dan lagi – lagi pada situasi dan kondisi seperti in, keberadaan sang wadah pencetus generasi bangsa yang berilyan dipertaruhkan . Unisma, mau tak mau harus berkecimpung, berperan ikut andil dalam menentukan kebijakan yang benar-benar bijak sebagai pijakan kemaslahatan umat.
Pada kenyataannya, kita melihat dengan terpampang jelas gedung megah MDC (Mall dinoyo city ) maka akan terbingkai asumsi kita betapa UNISMA ( universitas islam malang ) yang ketika itu berbagai elemen kalangannya begitu menggaungkan ketidak setujuannya atas hadirnya pasar modern di tengah tengah pusat pendidikan. Rupanya, entah apa, siapa, kapan, di mana dan bagaimana..? meng iyakan menyepakati hitam diatas putih ,hingga dimunculkannya sejarah baru UNISMA ( Universitas samping mall ).
Menurut sistem tata kelola pembangunan gedung yang di sahkan di indonesia. Tak kan terlaksana suatu fisik pembangunan apabila tak pernah ada kesepakatan meliputi cakupan 4 arah yang berdeketan dengan lokasi. Depan, belakang, kiri, dan kanan. Rasionalnya, UNISMA yang berpijak tepat bersebelahan dengan MDC di sebelah kiri telah mengadakan kesepakatan dengan agenda pembangunan tersebut.iya, kesepekatan yang disepakati oleh mayoritas yang tidak berkenan, berkehendak dan berkinginan. Entahlah,, ! Hanya menerka nerka tanpa ada fakta nyata.
Lihatlah, saat MALL DINOYO CITY resmi di fungsikan sebagai basis pasar modern. Kontribusinya sangat bisa di rasakan lebih lebih oleh pihak unisma. Di telisik dari bentuk fisik , hal tersebut sungguh sangat merugikan baik dari gedung rektorat maupun secara keseluruhan.
MDC pada perjanjian awalnya akan di sediakan cela ruang batas antara unisma sepanjamg 10 meter. Tapi, realitasnya MDC telah menyalahi aturan adri perjanjian awalnya dengan berdempetnya gedung tersebut dengan gedung UNISMA. Bahkan yang lebih ironi, lahan hak milik unisma entah disengaja atau tidak telah tergerus oleh lahan bangunan mall dinoyo city.
Sedangkan di telaah pada kontribusi, peran dan fungsi keberadaan MDC mall dinoyo city di UNISMA universitas islam malang.
MDC merupakan ajang bagi mahasiswa/mahasiswi untuk dijadikan pelarian manakala jam kuliah berlangsung.
MDC menciptakan kesenjangan kesenjangan sosial.
MDC membentuk prilaku mahasiswa/mahasiswi yang kurang peka terhadap lingkungan sekitar.
MDC Menghadirkan budaya nongrong yang notabane nya membuat mahasiswa/mahasiswi sampai lupa waktu.
MDC memunculkan pergeseran pergeseran norma dan nilai kesederhanaan menjadi norma dan nilai kemewahan .
MDC menimbulkan ketimpangan sektor sektor dari nafas unisma sebagai jenjang perguruan tinggi yang berbasik islam yang memfokuskan untuk membentuk karakter bangsa yang mampu menjadi insan yang berguna bagi nusa bangsa dan agama.
Namun, MALL DINOYO CITY juga tak hanya memiliki peran dan fungsi yang negatif,negatif dan negatif.
MDC yang esensitas hakiki nya untuk mempermudah pelayanan di bidang barang dan jasa. Di akui atau tidak telah memberikan berbagai kemudahan dan kelancaran bagi unisma yg dalam kaitannya dengan mahasiswa/mahasiswi..
MDC untuk memperoleh sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
MDC untuk mendapatkan informasi yg universal di lapangan.
MDC untuk menambah relasi dan diplomasi yang meyakinkan.
MDC untuk mencari ketersedian lowongan pekerjaan yang di butukan.
Bahkan, UNISMA Pada kala itu ikut menjadi bagian berpartisipasi dalam berbagai ajang lomba yang di selenggarakan di MDC , seprti halnya bulu tangkis , solawat dan lain sebagainya.
Terlepas dari semua itu,baik MDC maupun UNISMA yang sama sama memiliki visi dan misi yang baik yang menjadi latar belakang berdirinya . Diharapkan dapat bersinergi untuk berkontribusi untuk negeri.
Berkontribusi yg positif baik untuk warga malang khususnya.
Warga negara indonesia pada umumnya.
Dan seluruh umat manusia di dunia keseluruhannya....